Penulisan Gelar S.Pd yang Tepat dan Sesuai Kaidah Bahasa Indonesia

Gelar akademik S.Pd atau Sarjana Pendidikan merupakan gelar yang diberikan kepada lulusan program studi S1 di bidang pendidikan. Gelar ini disematkan setelah mahasiswa berhasil menyelesaikan seluruh mata kuliah dan tugas akhir, serta dinyatakan lulus oleh institusi pendidikan terkait. Dalam praktik sehari-hari, kita sering melihat penggunaan gelar S.Pd, terutama dalam dokumen resmi, surat dinas, atau identitas pribadi. Namun, tidak jarang penulisannya masih menyalahi aturan bahasa Indonesia yang berlaku.

Salah satu kekeliruan umum yang sering terjadi adalah penggunaan tanda titik yang berlebihan, serta penulisan huruf kapital yang tidak sesuai. Contohnya seperti menulis “S.P.d” atau “S.p.d”, yang keduanya tidak sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang benar. Penulisan semacam itu sebaiknya dihindari karena dapat menimbulkan kesan kurang profesional dan merugikan pemilik gelar.

Mengacu pada buku Penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia dalam Surat Dinas (2021) karya Ruslan, penulisan gelar S.Pd yang benar adalah “S.Pd.” dengan titik di akhir. Huruf “S” merupakan singkatan dari “Sarjana” dan harus ditulis kapital, diikuti huruf “P” dari “Pendidikan” yang juga ditulis kapital. Sedangkan huruf “d” sebagai bagian akhir tidak perlu menggunakan huruf kapital. Jadi, bentuk penulisan yang sesuai adalah “S.Pd.” — dengan titik sebagai penanda akhir gelar.

Lebih lanjut, sebagaimana dijelaskan dalam pedoman dari Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, penempatan gelar S.Pd sebaiknya ditulis setelah nama lengkap, dan dipisahkan dengan tanda koma. Format ini tidak hanya mengikuti kaidah penulisan formal, tetapi juga mencerminkan penghargaan terhadap pencapaian akademik seseorang.

Berikut beberapa contoh penulisan gelar S.Pd yang sesuai dengan aturan:

  • Vanya Karunia, S.Pd.

  • Amelia Handayani, S.Pd.

  • Melisa Oktavia, S.Pd.

  • Adi Antono, S.Pd.

  • Nanda Kusuma, S.Pd.

Penting untuk diketahui bahwa gelar S.Pd tidak hanya terbatas pada satu jenis jurusan saja. Berbagai program studi di bidang pendidikan memberikan gelar ini kepada lulusannya. Oleh karena itu, seseorang dengan latar belakang pendidikan yang berbeda tetap berhak menyandang gelar yang sama.

Berdasarkan informasi dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), berikut beberapa contoh jurusan yang memberikan gelar S.Pd kepada lulusannya:

  • Pendidikan Matematika – S.Pd

  • Pendidikan Biologi – S.Pd

  • Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah – S.Pd

  • Pendidikan Bahasa Inggris – S.Pd

  • Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) – S.Pd

  • Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) – S.Pd

  • Pendidikan Luar Sekolah – S.Pd

Gelar ini menandakan bahwa pemiliknya memiliki kompetensi dan kualifikasi di bidang pendidikan, baik sebagai pendidik maupun tenaga pengajar lainnya. Dalam konteks dunia kerja, penulisan gelar yang benar menjadi salah satu aspek penting yang tidak boleh diabaikan, karena menyangkut kredibilitas dan profesionalisme seseorang.

Sebagai kesimpulan, berikut poin-poin penting dalam penulisan gelar S.Pd yang benar:

  1. Tulis nama lengkap terlebih dahulu.

  2. Pisahkan nama dan gelar dengan tanda koma (,).

  3. Tulis gelar dengan format “S.Pd.” — tanpa tambahan huruf kapital yang salah atau tanda titik berlebihan.

  4. Letakkan gelar tersebut di bagian akhir nama.

Dengan memahami dan menerapkan aturan penulisan gelar ini secara tepat, kita tidak hanya menghormati prestasi akademik seseorang, tetapi juga turut menjaga tata bahasa yang baik dalam komunikasi formal di Indonesia.