Pasar Tradisional Indonesia Berdaya dengan Inovasi Digital

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya ekonomi berbasis rakyat dan peran teknologi digital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif serta inovasi berkelanjutan. Hal ini ia sampaikan saat mengunjungi Pasar Atom di Surabaya, Jawa Timur, pada hari Selasa.
Dalam kunjungannya, Wakil Presiden Gibran menegaskan kembali pandangan Presiden Prabowo Subianto bahwa pasar merupakan bagian vital dari ekonomi dan menjadi tulang punggung mata pencaharian masyarakat. Ia berharap Pasar Atom – salah satu pusat perdagangan terbesar dan tertua di Surabaya – dapat terus berkembang menjadi pusat ekonomi berbasis digital yang memberdayakan pedagang dan konsumen, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang.
Gibran menekankan bahwa agar tetap kompetitif dan tangguh, pasar tradisional harus mengadopsi teknologi digital. Ia mendorong para pelaku usaha lokal untuk memanfaatkan solusi e-commerce, sistem pembayaran digital, dan strategi pemasaran daring guna memperluas jangkauan konsumen hingga ke luar daerah serta tetap relevan di era digital.
“Masa depan ekonomi kita bergantung pada kemampuan beradaptasi. Dengan memanfaatkan platform digital, pasar tradisional dapat meningkatkan daya saing dan menjangkau lebih banyak pelanggan,” ujarnya.
Untuk mendukung transformasi ini, pemerintah berencana memodernisasi fasilitas pasar, memperkenalkan program literasi digital bagi pedagang, serta memperkuat rantai pasok dengan solusi berbasis teknologi. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, menjaga stabilitas harga, dan memperbaiki pengalaman berbelanja dengan memanfaatkan alat digital terkini.
Dampak digitalisasi sudah mulai terlihat di pasar tradisional. Billy, seorang pedagang di Pasar Atom, mengungkapkan bahwa penggunaan promosi daring dan transaksi nontunai telah berkontribusi pada peningkatan penjualan, terutama selama musim perayaan seperti Tahun Baru Imlek.
“Tahun ini pendapatan kami meningkat berkat bertambahnya jumlah pengunjung serta kemudahan akses melalui saluran digital,” katanya.
Platform daring memungkinkan pedagang menampilkan produk mereka kepada audiens yang lebih luas, menarik pembeli dari berbagai daerah. Sistem pembayaran digital juga telah menyederhanakan transaksi, mengurangi ketergantungan pada uang tunai, serta meningkatkan keamanan finansial bagi pedagang maupun konsumen.
Pergeseran menuju digitalisasi ini tidak hanya meningkatkan profitabilitas, tetapi juga mendukung keberlanjutan pasar tradisional dengan mengurangi risiko keuangan dan meningkatkan transparansi.
Sekretariat Wakil Presiden menekankan bahwa kunjungan Gibran menunjukkan komitmen pemerintah dalam memberdayakan pasar tradisional melalui transformasi digital. Lebih dari sekadar tempat berdagang, pasar tradisional juga memiliki fungsi sosial dan budaya. Dengan pemanfaatan teknologi, peran ini dapat semakin diperkuat dalam pengembangan komunitas sekaligus memperkokoh perekonomian lokal.
Selain memberikan program pelatihan, pemerintah juga aktif berkolaborasi dengan lembaga keuangan dan perusahaan teknologi untuk menghadirkan solusi pembiayaan mikro yang disesuaikan bagi pedagang kecil. Inisiatif ini bertujuan untuk membekali pedagang dengan alat dan pengetahuan yang diperlukan agar dapat mengintegrasikan teknologi ke dalam model bisnis mereka. Dengan demikian, ekonomi yang lebih tangguh dan stabil dapat tercipta dalam jangka panjang.
Dengan mendorong adopsi digital, Indonesia dapat memastikan bahwa ekonominya yang berbasis rakyat tetap kuat, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan zaman. Transisi ini menjadi semakin penting mengingat semakin banyak konsumen yang beralih ke belanja daring dan transaksi digital untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang.
Dorongan pemerintah untuk membangun ekonomi digital juga sejalan dengan tujuan nasional yang lebih luas, yaitu meningkatkan inklusi keuangan dan mendukung usaha kecil dan menengah (UKM). Dengan infrastruktur dan kebijakan yang tepat, pasar tradisional dapat terus berkembang di era digital, sekaligus mempertahankan nilai budaya dan memberikan kontribusi besar terhadap ketahanan ekonomi nasional.
Seiring dengan upaya Indonesia dalam mempercepat transformasi digital, aksesibilitas dan keterjangkauan teknologi bagi seluruh pelaku usaha akan menjadi faktor kunci dalam menjaga pertumbuhan ekonomi. Dengan mengintegrasikan pasar tradisional dengan inovasi digital, Indonesia dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih terhubung, kompetitif, dan tangguh, yang memberikan manfaat bagi pedagang dan konsumen sekaligus membuka jalan bagi kemajuan teknologi di masa depan.